Resep Cimol Goreng yang Kopong Anti Meledak


Seporsi cimol goreng yang kopong

Cimol sendiri dikenal sebagai jajanan khas Sunda yang dibuat dari tepung tapioka atau tepung kanji. Namanya berasal dari istilah aci digemol, adonan aci yang dibentuk bulatan kecil sebelum digoreng. Ciri khasnya bagian luarnya gurih dan sedikit renyah, sementara bagian dalamnya membentuk rongga sehingga lebih ringan saat digigit.

Dari sekian banyak jajanan berbahan tepung tapioka, cimol ini salah satu yang mudah dibuat, bahannya juga sederhana. Namun, bagian menggorengnya sering membuat waswas karena kadang bisa meletup ketika terkena minyak panas.

Oleh karena itu, resep cimol kali ini dibuat untuk memperhatikan proses pembentukan adonan sekaligus teknik menggoreng agar hasilnya kopong, kenyal, dan tidak mudah meledak.

Di artikel lain, saya juga membahas Resep cireng yang renyah di luar dan kenyal di dalam

Bahan dan Cara Membuat Adonan Cimol yang Kopong dan Kenyal

Untuk membuat cimol yang enak, bahannya simpel dan mudah dicari. Ada 250 gram tepung tapioka, 3 sendok makan tepung terigu, 2 siung bawang putih, 1 sendok teh garam, 1 sendok teh kaldu bubuk, ½ sendok teh lada bubuk, 250 ml air, minyak goreng secukupnya, dan bumbu cimol seperti bubuk cabai, balado, keju, atau bumbu tabur sesuai selera.

Selanjutnya cara membuatnya, adonan menjadi dasar yang menentukan bentuk dan tekstur cimol setelah digoreng. Karena itu, prosesnya perlu dilakukan secara bertahap agar adonan tidak mudah retak, terlalu keras, atau sulit dibentuk.

1. Campurkan bahan kering

Masukkan tepung tapioka, tepung terigu, garam, kaldu bubuk, dan lada bubuk ke dalam wadah. Aduk hingga semua bahan tercampur rata. Cara ini membuat bumbu tersebar dengan baik sehingga rasa cimol tidak hanya gurih di satu bagian saja.

2. Rebus air bersama bawang putih

Haluskan bawang putih, kemudian masukkan ke dalam air. Rebus hingga air benar-benar mendidih. Setelah mendidih, matikan api dan gunakan air tersebut untuk membuat adonan.

3. Tuangkan air secara bertahap

Masukkan air panas sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk menggunakan sendok atau spatula. Jangan menuangkan seluruh air sekaligus karena jumlah cairan yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung kondisi tepung.

4. Uleni sampai adonan menyatu

Setelah adonan mulai menggumpal, diamkan sebentar hingga suhunya cukup aman untuk disentuh. Uleni menggunakan tangan sampai teksturnya lentur, menyatu, dan tidak mudah pecah. Tidak perlu menguleni terlalu lama seperti adonan roti.

5. Sesuaikan tekstur adonan

Jika adonan terlalu lengket, tambahkan sedikit tepung tapioka. Namun, jangan langsung menambahkan banyak tepung saat adonan masih panas karena teksturnya bisa berubah setelah suhunya turun. Adonan yang pas akan lebih lembut tapi tetap mudah dipulung.

6. Bentuk menjadi bulatan kecil

Ambil adonan secukupnya, lalu bulatkan dengan ukuran sekitar 1,5–2 cm. Usahakan ukurannya seragam agar cimol matang secara merata. Hindari membuat bulatan terlalu besar karena bagian tengahnya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

7. Periksa permukaan cimol

Letakkan cimol yang sudah dibentuk di wadah yang ditaburi sedikit tepung tapioka. Pastikan permukaannya halus dan tidak memiliki retakan. Adonan yang retak sebaiknya dibulatkan kembali agar lebih rapat sebelum masuk ke minyak.

Menggoreng Cimol dengan Minyak Dingin agar Tidak Meledak

Setelah adonan siap, tahap berikutnya adalah penggorengan. Bagian ini perlu dilakukan dengan lebih hati-hati karena cimol berbeda dari gorengan yang biasanya dimasukkan setelah minyak panas. Pemanasan perlahan membantu cimol mengembang secara bertahap dan mengurangi risiko meletup.

1. Masukkan cimol ke minyak dingin

Siapkan wajan dan tuangkan minyak dalam jumlah yang cukup agar cimol dapat terendam. Masukkan semua bulatan cimol ketika minyak masih dingin. Setelah itu, baru nyalakan kompor.

2. Gunakan api kecil

Nyalakan api kecil dan biarkan minyak memanas secara perlahan. Jangan langsung menggunakan api besar untuk mempercepat proses karena bagian luar cimol bisa cepat mengeras sementara bagian dalamnya belum matang.

3. Aduk secara perlahan

Ketika minyak mulai panas, aduk cimol dengan gerakan lembut menggunakan spatula. Lakukan sesekali agar bulatan tidak saling menempel dan seluruh permukaannya terkena panas secara merata.

4. Biarkan cimol mengembang

Saat mulai matang, cimol akan perlahan mengembang. Tetap pertahankan api kecil hingga sedang dan hindari menusuk atau menekan bulatan terlalu keras. Biarkan bagian dalamnya membentuk rongga secara bertahap.

5. Perhatikan tanda kematangan

Goreng sampai permukaan cimol lebih kering dan kokoh. Tidak perlu menunggu warnanya menjadi cokelat tua. Jika terlalu lama digoreng, bagian luarnya bisa jadi keras dan tidak enak saat dimakan.

6. Tiriskan dan beri bumbu

Setelah matang, angkat cimol menggunakan saringan lalu tiriskan hingga minyak  yan menempel berkurang. Saat masih hangat, pindahkan ke wadah dan tambahkan bumbu sesuai selera, seperti bubuk cabai, balado, keju, atau kaldu bubuk. Kocok perlahan sampai bumbu menempel merata.

7. Dinginkan minyak sebelum menggoreng kembali

Jika adonan dibuat dalam beberapa kali penggorengan, jangan langsung memasukkan cimol berikutnya ketika minyak masih panas. Biarkan minyak turun suhunya terlebih dahulu, kemudian masukkan adonan baru sebelum api kembali dinyalakan. Cara ini membantu menjaga proses pemanasan tetap bertahap dan mengurangi risiko cimol meletup.

Membuat cimol yang kopong dan tidak mudah meledak itu lebih banyak membutuhkan ketelitian. Pastikan adonan tercampur rata, bentuk bulatannya tidak terlalu besar, lalu masukkan cimol ke minyak yang masih dingin sebelum menyalakan api. Setelah itu, goreng perlahan sampai permukaannya kokoh dan matang.

Dengan langkah tersebut, resep cimol ini bisa menjadi pilihan camilan sederhana untuk dibuat sendiri di rumah. Tinggal tambahkan bumbu favorit, lalu nikmati selagi hangat bersama keluarga atau teman.

Jika setelah ini, kamu ingin selingan yang manis-manis, kamu juga bisa cek kumpulan camilam manis yang sudah saya buat di artikel lain.

Comments